Jakarta, 19 Januari 2026 – Dalam upaya menginternalisasi nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW melalui medium seni dan budaya, Universitas Darunnajah menyelenggarakan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan format yang integratif dan kontemplatif. Acara yang bertajuk “Bersyiar Lewat Syair dalam Memperingati Isra’ Mi’raj” ini diselenggarakan pada Senin, 19 Januari 2026 di Aula Ibnu Haitsam, Gedung Abu Bakar, pukul 14.00 WIB. Kegiatan ini secara khusus dikurasi dan diimplementasikan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Hadroh Darunnajah, meneguhkan peran aktif sivitas akademika dalam pelestarian warisan intelektual dan spiritual Islam.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, meneguhkan landasan epistemologis Islam sebagai fondasi seluruh rangkaian kegiatan. Sambutan akademis disampaikan oleh perwakilan Biro Kemahasiswaan, Agan Priam Bagus, S.Pd., yang dalam orasinya menekankan relevansi multidimensi peristiwa Isra’ Mi’raj dalam konteks kehidupan modern mahasiswa. “Perjalanan vertikal (Mi’raj) Nabi Muhammad SAW merupakan metafora yang powerful bagi pengembangan intelektual-spiritual. Ia merepresentasikan upaya transendental manusia untuk melampaui batas-batas material menuju pencerahan Ilahiah, suatu paradigma yang sejalan dengan misi pendidikan tinggi untuk membentuk manusia yang utuh (insan kamil),” paparnya.

Inti dari acara ini adalah sebuah performansi tradisi yang sarat makna: pembacaan Kitab Barzanji yang diiringi secara sinergis oleh tabuhan ritmis alat musik rebana dari UKM Hadroh. Kolaborasi ini bukan sekadar pertunjukan estetis, melainkan sebuah rekonstruksi kultural. Pembacaan syair-syair pujian (madih nabawi) dalam Barzanji berfungsi sebagai medium transmisi sejarah, akhlak, dan cinta kepada Rasulullah SAW. Sementara iringan hadroh memberikan dimensi audio-spiritual yang memperdalam resonansi emosional dan kolektif peserta, menunjukkan bagaimana seni dapat menjadi vektor efektif untuk internalisasi nilai (value internalization).
Pasca-performansi, acara dilanjutkan dengan sesi Nonton Bareng (Nobar) film Islami biografis yang mengangkat perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW. Pemilihan medium audio-visual ini merepresentasikan strategi pedagogis kontemporer untuk mengakomodasi generasi digital native. Film berfungsi sebagai alat bantu visualisasi narasi sejarah yang sebelumnya disampaikan melalui syair, sehingga menciptakan pembelajaran berlapis (layered learning) yang mengintegrasikan pendengaran, penglihatan, dan perenungan.
Secara keseluruhan, acara ini berhasil menciptakan ruang dialog antara tradisi dan modernitas, antara seni dan spiritualitas, serta antara keilmuan dan ketakwaan. Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas ini mencerminkan komitmen Universitas Darunnajah dalam mengembangkan pendekatan holistik terhadap pendidikan karakter. “Kami di UKM Hadroh percaya bahwa syiar Islam harus dinamis dan kontekstual. Melestarikan tradisi seperti Barzanji dan Hadroh dengan kemasan yang relevan bagi anak muda adalah bentuk ijtihad budaya kami,” ujar salah seorang koordinator UKM Hadroh.

Peringatan Isra’ Mi’raj dengan format multidimensi ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi katalis bagi pengembangan lebih banyak inisiatif kreatif di kalangan mahasiswa. Inisiatif semacam ini sejalan dengan visi pendidikan tinggi Islam untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, kepekaan kultural, dan kemampuan untuk berdakwah melalui berbagai medium peradaban kontemporer.




