Pada hari Selasa, tanggal 31 Desember 2024, telah dilaksanakan kegiatan Seminar Aktualisasi Nilai -Nilai Panca Jiwa Dalam Kehidupan
yang bertempat di Gedung Aula Abu Bakar Universitas Darunnajah. Kegiatan ini dimulai pukul 12.30 WIB dan berakhir pada pukul 15.00 WIB.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai Panca Jiwa.
Dan paham cara mengaktualisasikan Panca Jiwa dalam kehidupan sehari-hari, dan juga menginspirasi untuk menjalani hidup yang lebih bermakna.
Acara dibuka oleh Biro Kemahasiswaan, Ustadz Nesa Novrizal, M.Pd, yang menyampaikan sambutan mengenai pentingnya meningkatkan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai Panca Jiwa dalam Kehidupan, dan positifnya menjadi mahasiswa penerima beasiswa yang bukan hanya sebuah keuntungan finansial, tetapi juga sebuah kesempatan untuk tumbuh sebagai individu yang lebih baik, lebih disiplin, dan siap untuk menghadapi tantangan masa depan.
Seminar ini menghadirkan satu narasumber utama, yaitu:
Ustadz. Hendro Risbiyantoro, M.S. (Wakil Rektor I, Bidang Akademik dan Kemahasiswaan).
Menjelaskan beberapa poin tantang materi yang berjudul “Aktualisasi Nilai -Nilai Panca Jiwa Dalam Kehidupan”.
Dalam paparannya, Ustadz Hendro Risbiyantoro, M.S menjelaskan beberapa poin penting, antara lain:
paparan mendalam mengenai poin-poin penting yang berkaitan dengan penerapan nilai-nilai Islam dan relevansinya dalam berbagai aspek kehidupan.
beberapa poin penting yang menjadi pedoman dalam menginternalisasi nilai-nilai Islam dan Panca Jiwa dalam kehidupan sehari-hari, yaitu
Nilai-Nilai Kedarunnajahan
Beliau menjelaskan bahwa nilai-nilai kedarunnajahan meliputi:
1. Menjunjung tinggi nilai-nilai Islam sebagai dasar dalam setiap aspek kehidupan.
2. Menghasilkan sumber daya manusia yang berdaya saing serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kokoh.
3. Mendorong temuan ilmiah yang bermanfaat untuk memperbaiki kesejahteraan manusia.
4. Menegakkan nilai-nilai Islam dalam menjawab tantangan zaman.
5. Membangun tata pamong perguruan tinggi yang berlandaskan nilai-nilai Islam untuk menciptakan sistem yang profesional dan berintegritas.
Adapun Ustadz Hendro menjelaskan tentang pentingnya menjaga kesehatan
Kesehatan sebagai Mahkota Kehidupan
Ustadz Hendro juga menyoroti pentingnya kesehatan sebagai anugerah yang sangat berharga. Beliau mengutip mahfudzot:
“الصحة تاج على رؤوس الأصحاء لا يراه إلا المرضى”
(Kesehatan adalah mahkota di atas kepala orang yang sehat, yang hanya dapat dilihat oleh mereka yang sakit).
Beliau menegaskan bahwa kesehatan adalah sesuatu yang mahal dan tak ternilai, sehingga perlu dijaga dengan baik sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT.
Beliau juga menjelaskan tentang Panca Jiwa, yaitu lima nilai utama yang menjadi fondasi kehidupan di Pondok Pesantren Darunnajah.
Panca Jiwa Pondok Pesantren Darunnajah
1. Jiwa Keikhlasan
Keikhlasan berarti berbuat tanpa pamrih, semata-mata untuk ibadah. Kyai mendidik dengan ikhlas, santri ikhlas belajar, dan terciptalah suasana harmonis di pondok. Jiwa ini membentuk santri yang siap berjuang di jalan Allah kapan pun dan di mana pun.
2. Jiwa Kesederhanaan
Kesederhanaan mengajarkan ketabahan, penguasaan diri, dan mental yang kuat. Nilai ini bukan berarti pasif, tetapi melatih jiwa besar, keberanian, dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi tantangan hidup.
3. Jiwa Berdikari
Santri dilatih untuk mandiri, mampu mengurus keperluannya sendiri, dan tidak bergantung pada orang lain. Pesantren juga berdiri secara mandiri tanpa bergantung pada bantuan eksternal.
4. Jiwa Ukhuwwah Diniyyah
Kehidupan di pesantren dihiasi oleh persaudaraan erat (ukhuwah). Ikatan ini tidak hanya terjalin di dalam pesantren tetapi juga meluas ke masyarakat, memperkuat persatuan umat di mana pun santri berada.
5. Jiwa Bebas
Kebebasan berpikir dan bertindak dengan tanggung jawab adalah prinsip utama. Jiwa bebas membentuk santri yang optimis, berjiwa besar, dan mampu menghadapi kesulitan dengan sikap positif. Kebebasan ini tetap berada dalam koridor yang terarah, menghindari sifat liberal yang tidak bertanggung jawab.
Panca Jiwa ini menjadi bekal utama santri ataupun mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat dan harus senantiasa dipelihara serta dikembangkan untuk menjadi warisan berharga dari kehidupan pesantren maupun kehidupan mahasiswa yang berbasis pesantren.
Jumlah peserta yang hadir sebanyak 67 orang, terdiri dari dosen, dan mahasiswa dari berbagai prodi. Selama kegiatan berlangsung, peserta mendengarkan narasumber dengan khidmat, sehingga menciptakan suasana yang tenang, fokus, dan penuh perhatian.
Dan sebagai penutup, Ustadz Hendro menyampaikan nasihat bijak: “Jika Anda ingin menjadi orang sukses, maka dekatilah dan berkhidmatlah kepada orang-orang yang telah meraih kesuksesan.”
Acara ini berjalan lancar dan memberikan wawasan bagi mahasiswa untuk mengembangkan karakter dan kesiapan menghadapi tantangan hidup.
Sebagai penutupan acara, panitia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung dan berkontribusi dalam pelaksanaan acara ini. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Demikian berita acara ini dibuat untuk dijadikan dokumentasi dan laporan kegiatan.
Ditulis oleh:
Putri Niar Mahasiswi MPI



chat 0 Komentar