SEMINAR BEASISWA (PEMBUKAAN KEGIATAN MAHASISWA PENERIMA BEASISWA & EVALUASI KINERJA SEMESTERAN) ✍🏻 “The chosen ones: Menjawab Amanah Beasiswa dengan Aksi Nyata”.

Pada hari Rabu, tanggal 16 April 2025, telah dilaksanakan kegiatan SEMINAR BEASISWA dengan pembahasan (The Chosen Ones: Menjawab Amanah Nyata dengan Aksi Nyata) yang bertempat di Gedung Aula Abu Bakar Universitas Darunnajah. Kegiatan ini dimulai pukul 13.00 WIB sampai dengan selesai, kegiatan ini diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan arahan kepada mahasiswa penerima beasiswa dalam menjaga amanah beasiswa yang telah diberikan dengan aksi nyata.

Acara dibuka oleh Biro Kemahasiswaan sekaligus Koordinator Beasiswa, Ustadz. Nesa Novrizal, M.Pd. selaku moderator pada kegiatan ini. Beliau menyampaikan sambutan mengenai amanah penting yang dipegang oleh setiap mahasiswa penerima beasiswa untuk dijaga dengan baik, tidak melakukan pelanggaran seperti tidak aktif dalam perkuliahan, tidak mengikuti magang yang diselenggarakan oleh koordinator beasiswa, dan lain sebagainya. Beliau juga mengatakan bahwa IPK dengan nilai minimal 3,2 menjadi batas minimum diterimanya mahasiswa sebagai penerima beasiswa.

Seminar ini menghadirkan satu narasumber utama dan satu narasumber lain yaitu:

Ustadz Hendro Risbiyantoro, M.S. (Wakil Rektor I, Bidang Akademik dan Kemahasiswaan) sebagai narasumber utama. Ustadz Muhammad Arief Al Hakim, M.H. (Sekprodi Hukum Keluarga Islam Universitas Darunnajah) sebagai narasumber lain.

Menjelaskan beberapa poin tentang materi yang berjudul “Menjawab Amanah dengan Saksi Nyata.”

Dalam paparannya, Ustadz  Hendro Risbiyantoro, M.S. menjelaskan beberapa poin penting, antara lain:

– Kecerdasan Finansial, mahasiswa dapat memanage uang beasiswa secara efisien.

-Orang-orang yang sukses ialah yang telah menyusun agenda dan rencana kedepannya.

– Memberikan kontribusi serta dedikasi yang baik.

-kamu adalah reseprentasi dari 4-5 orang didekatmu.

Poin-poin ini menjadi pedoman bagi para mahasiswa penerima beasiswa dalam menjaga amanah.

 

Beliau menjelaskan beberapa point diatas, yaitu:

  1. Kecerdasan Finansial, mahasiswa yang dapat memanage finansial dengan baik adalah mahasiswa yang memiliki kecerdasan finansial terutama bagi mahasiswa penerima beasiswa karena banyak orang ketika telah mempunyai materi dia akan berfikir uang yang telah didapatnya akan dibelikan apa? Dalam hal ini materi yang telah didapat seharusnya dibelikan sesuatu yang bermanfaat, seperti buku sebagai penambah wawasan bagi mahasiswa. Kecerdasan disini bukan hanya dari segi finansial tapi juga dari spiritual, akademis, maupun sosial. Kecerdasan sosial menjadikan seseorang mempunyai banyak relasi. Sehingga ketika seseorang tertimpa masalah relasi inilah yang membantunya dalam menyelesaikan masalah.
  2. Orang-orang yang sukses ialah yang telah menyusun agenda dan rencana kedepannya. Beliau berkata “Definisikan suksesmu masing-masing mau jadi apa di masa depan?” memang kita tidak tahu takdir kedepannya seperti apa tapi kita dapat menyusun planning untuk kedepannya sesuai dengan prosesnya.
  3. Memberikan kontribusi serta dedikasi yang baik. Setelah mendapatkan beasiswa, kewajiban kita adalah berkontribusi serta memberikan dedikasi terhadap instansi atau perusahaan yang memberikan beasiswa. Salah satunya dengan bermagang, hal ini menjadikan sebuah kesempatan bagi mahasiswa dalam meningkatkan keterampilannya seperti pembuatan surat-menyurat, membuat berita acara dan lain sebagainya yang nantinya menjadi manfaat bagi kaderisasi selanjutnya.
  4. Kamu adalah reseprentasi dari 4-5 orang didekatmu. Maksudnya, circle yang kita pilih menentukan perkembangan diri kita serta menambah value kita. Ini adalah isyarat dari Allah untuk mengembangkan diri dari beasiswa yang telah didapat seperti memulai dengan bisnis, berjualan di luar jam kuliah dan lain sebagainya.

Beliau menerangkan bahwa pengalaman-pengalaman membantu kita mendapat relasi lebih banyak kita termasuk 8 golongan Ashnaf yakni fii sabilillah (mendapat beasiswa) dan jangan lupa untuk bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada koordinator  beasiswa yang telah mengurus seluruh beasiswa mahasiswa.

Selanjutnya Ustadz Muhammad Arief Al Hakim, M.H. beliau selaku alumni beasiswa ASFA, menerangkan bahwa dahulu posisi beliau sama dengan mahasiswa di depannya. Beliau memberikan amanat bahwa beasiswa yang diterima harus di gunakan dengan sebaik-baiknya serta berikanlah dedikasi kepada instansi yang memberikan beasiswa agar amanat yang diterima memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat.

Beliau memotivasi seluruh mahasiswa yang ada di dalam aula untuk tidak melanggar aturan dalam beasiswa. Jumlah peserta yang hadir sebanyak sekitar 70 orang, terdiri dari dosen, dan mahasiswa dari berbagai prodi (seluruh penerima beasiswa) dan mahasiswa PESMA. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat, sehingga menciptakan suasana yang tenang dan para hadirin fokus, penuh perhatian dengan materi yang diberikan oleh Ustadz Hendro Risbiyantoro, M.S. dan Ustadz Muhammad Arief Al Hakim, M.H.

Acara ditutup oleh Ust.Muhammad Arief Al Hakim dengan membaca kafarotul majelis bersama-sama.

Acara ini berjalan lancar dan memberikan wawasan bagi mahasiswa untuk menjaga Amanah dari beasiswa yang telah diberikan.

Seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Demikian berita acara ini dibuat untuk dijadikan dokumentasi dan laporan kegiatan dalam program beasiswa para mahasiswa .

 

 

Disusun oleh

Qonita Alifiah

 

Bagikan:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *